Tentang Keselamatan Kerja di SMKN 1 Cariu

Tentang Keselamatan Kerja di SMKN 1 Cariu perlu bagi seluruh siswa program keahlaian di SMKN 1 Cariu, khususnya bidang TKR SMK negeri 1 Cariu Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tentang hal keselamatan kerja sangat petning untuk dipahami oleh seluruh siswa yang belajar SMK yang selalu berkaitan dengan hal-hal berbahaya bila salah bertindak. 

Dibawah ini adalah beberapa ilustrasi mengenai keselamatan kerja yang bisa diijadikan sebagai bahan pelajaran dan panduan dalam bekerja yang aman, baik untuk diri sendiri, peralatan kerja dan lingkungan sekitar.  Sekilas tentang keselamatan Kerja yang perlu diketahui

Tentang Keselamatan Kerja di SMKN 1 Cariu

 Pengetahuan Selama Bekerja
 Tentang Keselamatan Kerja di SMKN 1 Cariu
1. Selalu bekerja dengan aman untuk mencegah cidera.
2. Berhati-hatilah untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Bila Anda cidera selama bekerja, hal itu tidak hanya mempengaruhi Anda, namun juga mempengaruhi keluarga, rekan kerja dan perusahaan Anda.
Faktor-faktor kecelakaan
Kecelakaan karena faktor manusia Kecelakaan yang disebabkan oleh penggunaan mesin atau peralatan yang tidak tepat, pakaian yang tidak tepat, atau dikarenakan kecerobohan teknisi.
 
Kecelakaan karena faktor fisik
Kecelakaan yang disebabkan karena adanya malafungsi pada mesin atau peralatan, rendahnya kualitas alat pengaman, atau lingkungan kerja yang buruk.
 
Petunjuk:
Peraturan keselamatan berbeda dari satu negara ke negara lain dan mungkin melampaui panduan dasar sebelumnya.Pakaian kerja

Untuk mencegah kecelakaan, pilih pakaian kerja yang kuat dan memudahkan pekerjaan. Hindari bekerja dengan sabuk, gesper, dan kancing-kancing yang terlihat, karena dapat merusak kendaraan saat bekerja. Untuk menghindari cidera atau terbakar, hindari memperlihatkan kulit tanpa pelindung.Sarung Tangan Kerja

Saat mengangkat item yang berat atau melepas pipa gas buang atau benda serupa, dianjurkan untuk memakai sarung tangan. Namun, sarung tangan tidak harus dikenakan untuk pekerjaan perawatan biasa. Penggunaan sarung tangan ditentukan sesuai dengan tipe pekerjaan yang akan Anda lakukan.Di BengkelJagalah selalu kebersihan tempat kerja Anda untuk melindungi Anda dan orang lain dari cidera.

  • Jangan meninggalkan peralatan atau part di lantai karena Anda atau orang lain dapat tersandung. Biasakanlah untuk meletakkannya pada meja kerja atau stand kerja.
  • Segera bersihkan tumpahan bahan bakar, oli, atau gemuk untuk mencegah agar Anda atau orang lain tidak tergelincir di lantai.
  • Jangan bekerja dengan posisi yang tidak nyaman. Hal ini tidak hanya mempengaruhi efisiensi kerja Anda, tapi Anda dapat terjatuh dan terluka.
  • Berhati-hatilah saat menangani benda yang berat karena Anda dapat terluka bila benda tersebut jatuh dan mengenai kaki Anda. Harap diingat juga bahwa punggung Anda dapat terluka bila Anda mencoba mengangkat benda yang terlalu berat bagi Anda.
  • Untuk bergerak dari satu area kerja ke area kerja lain, pastikan untuk berjalan di tempat yang telah ditentukan.
  • Jangan menggunakan benda-benda yang mudah terbakar di dekat switch, papan switch atau motor listrik, dll. karena mereka mudah mengeluarkan loncatan bunga api.
Saat bekerja dengan peralatan, perhatikan hal-hal berikut untuk mencegah cidera:
  1. Perlengapan kelistrikan, hidrolik, dan pneumatic dapat menyebabkan cidera serius bila tidak digunakan dengan benar.
  2. Kenakan kaca mata pelindung sebelum menggunakan pe- ralatan yang menghamburkan serpihan-serpihan. Buang serpihan-serpihan dari peralatan seperti gerinda dan alat pengebor setelah digunakan.
  3. Jangan memakai sarung tangan saat mengoperasikan peralatan yang berputar atau saat bekerja di area yang memiliki gerakan rotasi. Sarung tangan dapat tersangkut di benda yang berputar dan melukai tangan Anda.
  4. Untuk menaikkan kendaraan pada lift, terlebih dahulu naikkan sampai ban-ban berada sedikit di atas tanah. Dan pastikan bahwa kendaraan telah ditopang dengan aman pada lift sebelum menaikkannya secara keseluruhan. Jangan pernah mencoba menggoyang kendaraan bila telah dinaikkan karena kendaraan dapat jatuh dan melukai Anda
Pencegahan Kebakaran
Tentang Keselamatan Kerja di SMKN 1 Cariu
Hal-hal berikut harus dilakukan untuk mencegah kebakaran:
  • Bila sirine berbunyi, semua karyawan harus bekerja sama untuk memadamkan api. Untuk melakukan hal ini, mereka harus mengetahui letaknya dan bagaimana menggunakan- nya.
  • Jangan merokok kecuali di tempat yang telah ditentukan, pastikan untuk mematikan puntung rokok di asbak.
  • Untuk mencegah kebakaran dan kecelakaan, perhatikan hal- hal yang berkaitan dengan item yang mudah terbakar berikut:
  • Kain yang direndam dengan bensin atau oli kadang-kadang menyala dikarenakan pembakaran spontan, oleh karena itu, buanglah di wadah logam yang dilengkapi dengan penutup.
  • Jangan menggunakan api terbuka di area dekat penyim- panan oli, part yang mudah terbakar atau larutan pembersih.
  • Jangan pernah menggunakan api terbuka atau menciptakan loncatan bunga api di dekat baterai yang sedang diisi, karena mereka mengeluarkan gas peledak dan dapat menyala.
  • Jangan membawa bahan bakar atau larutan pembersih ke bengkel kecuali bila perlu, dan gunakan wadah khusus yang dapat disekat.
  • Jangan membuang oli bekas dan bensin yang mudah ter- bakar ke dalam saluran air karena dapat menimbulkan api di sistem saluran. Buang selalu material ini di tangki kering atau wadah yang tepat.
  • Jangan start mesin kendaraan dengan bahan bakar yang bocor sampai kebocoran diperbaiki. Saat memperbaiki sis- tem bahan bakar, seperti melepas karburator, lepas kabel negatip (-) dari baterai untuk mencegah agar mesin tidak dihidupkan secara tidak sengaja.
Perhatian Keamanan Perlengkapan Kelistrikan
Tentang Keselamatan Kerja di SMKN 1 Cariu
Penanganan kelistrikan yang tidak benar dapat menye- babkan arus pendek dan kebakaran. Oleh karena itu, pelajari penggunaannya yang benar dan perhatikan hal-hal berikut:
  • Bila ditemukan ada hal yang tidak biasa pada perlengkapan kelistrikan, segera matikan switch dan hubungi pengontrol foreman.
  • Pada kasus arus pendek atau kebakaran secara tidak disengaja pada sirkuit kelistrikan, pertama-tama matikan switch sebelum memadamkan api.
  • Laporkan bila ada wiring yang diurutkan atau perlengkapan kelistrikan yang tidak dipasang dnegan benar kepada pengontrol/foreman.
  • Laporkan fuse yang putus pada supervisor anda karena fuse yang putus menunjukkan adanya masalah kelis- tikan.
Jangan pernah melakukan tindakan berikut karena sangat berbahaya:
 
Tentang Keselamatan Kerja di SMKN 1 Cariu
 
  • Jangan berada didekat kabel listrik yang rusak atau terlilit.
  • Untuk mencegah kejutan listrik, jangan pernah menyentuh perlengkapan kelistrikan dnegan tangan basah.
  • Jangan pernah menyentuh switch-switch yang berlabelkan “Rusak (Out of Order)”.
  • Saat melepas plug, jangan menarik kabelnya: tariklah plug itu sendiri.
  • Jangan melewatkan kabel listrik melalui area-area yang basah atau terendam oli, melalui permukaan yang panas, atau diseputar sudut-sudut yang tajam.
  • Jangan menggunakan switch-switch yang mudah terbakar, papan switch atau motor, dll., yang dengan mudah menge- luarkan bunga api.
Aktivitas Near Miss
Pada aktivitas near-miss, teknisi bertukar pengalaman mengenai kejadian-kejadian near-misses (hampir saja) yang mereka alami selama bekerja. Mereka menceritakan bagaimana kejadian tersebut terjadi untuk mencegah agar orang lain tidak mengalami kejadian serupa. Mereka kemudian akan menganalisa faktor-faktor yang me- ngarah pada situasi yang berbahaya ini dan mengambil tinda- kan yang tepat untuk menciptakan tempat kerja yang lebih aman.
Bila anda mengalami situasi kecelakaan kerja, maka tindakan berikut harus dilakukan:
  1. Pertama-tama, laporkan masalah ini pada pengontrol/foreman.
  2. Catat apa yang terjadi.
  3. Minta semua orang untuk memikirkan masalah ini.
  4. Minta semua orang untuk mencari tindakan yang harus diambil.
  5. Catat semua hal di atas dan letakkan daftar tersebut di area dimana semua orang dapat melhatnya.
error: Content is protected !!